Skip to content
UNILINK. Australia · UK · NZ · Ireland · SG · MY
Go back

Pajak untuk Mahasiswa Internasional di Australia & UK 2026: Panduan Lengkap TFN, Tax Code, Tax Return & Pengecualian

Bekerja paruh waktu selama menempuh studi di luar negeri—terutama di Australia dan Inggris—lebih dari sekadar menambah uang saku. Ini adalah pengalaman pertama banyak mahasiswa internasional berhadapan langsung dengan sistem pajak asing. Perbedaan aturan antara kedua negara, istilah-istilah asing seperti TFN (Tax File Number) atau tax code BR, hingga kewajiban pelaporan pajak tahunan kerap menimbulkan kebingungan. Namun, pemahaman yang baik tentang dasar-dasar perpajakan dapat mencegah pemotongan pajak yang terlalu besar, sekaligus membuka peluang mendapatkan pengembalian dana yang cukup signifikan.

Data dari Australian Taxation Office (ATO) menunjukkan bahwa setiap tahun lebih dari 14 juta laporan pajak individu diproses, termasuk dari ratusan ribu pemegang visa pelajar. Di sisi lain, HM Revenue & Customs (HMRC) di Inggris mencatat bahwa sekitar 600.000 pelajar internasional terdaftar dalam sistem PAYE (Pay As You Earn) pada tahun 2024. Sebagian besar dari mereka ternyata berhak atas pengembalian pajak karena total penghasilan tahunan di bawah ambang batas bebas pajak—tax-free threshold di Australia sebesar AUD 18.200 dan Personal Allowance di Inggris sebesar £12.570 untuk tahun pajak 2025/26. Ironisnya, banyak di antaranya tidak mengajukan klaim hanya karena tidak memahami prosedur.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Department of Education Australia, sekitar 65% mahasiswa internasional bekerja rata-rata 15–20 jam per minggu, dengan pendapatan tahunan tipikal di kisaran AUD 20.000–28.000. Di Inggris, survei serupa menunjukkan pendapatan tahunan mahasiswa internasional dari kerja paruh waktu sekitar £9.000–12.000, tepat di bawah ambang Personal Allowance. Itu berarti mayoritas sebenarnya tidak perlu membayar pajak penghasilan, namun potongan gaji tetap terjadi karena sistem pemotongan otomatis oleh pemberi kerja. Oleh karena itu, mengajukan tax return atau klaim pengembalian menjadi langkah penting untuk mendapatkan kembali uang tersebut.

Selain pajak penghasilan, Anda juga perlu memahami kewajiban tambahan seperti Medicare Levy di Australia (yang umumnya dibebaskan bagi mahasiswa internasional) dan National Insurance di Inggris. Panduan ini akan mengupas ketentuan perpajakan di kedua negara secara mendetail, meliputi cara memperoleh nomor identitas pajak, penetapan status residensi pajak, batas penghasilan bebas pajak, tarif progresif, serta langkah praktis mengajukan pengembalian pajak. Dengan informasi yang akurat, mahasiswa Indonesia dapat mengelola kewajiban pajak secara lebih efisien dan memaksimalkan hak finansial mereka selama masa studi.

Sistem Pajak di Australia untuk Mahasiswa Internasional

Australia menerapkan sistem PAYG (Pay As You Go), di mana pemberi kerja memotong pajak langsung dari gaji setiap kali Anda dibayar. Besarnya potongan sangat bergantung pada status Anda sebagai tax resident dan apakah Anda sudah memiliki Tax File Number (TFN). Tanpa TFN, seluruh penghasilan akan dikenai tarif pajak tertinggi, yaitu 47%, tanpa memandang jumlahnya.

Apa Itu TFN dan Mengapa Penting?

TFN (Tax File Number) adalah nomor identitas pajak pribadi yang diterbitkan oleh ATO. Ini adalah kunci utama untuk memastikan Anda dikenai tarif pajak yang sesuai, bukan tarif maksimal. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring tanpa biaya melalui situs resmi ATO; nomor akan dikirimkan ke alamat tempat tinggal Anda di Australia dalam waktu sekitar 28 hari. Pastikan visa pelajar sudah berlaku saat mengajukan permohonan.

Status Tax Resident dan Dampaknya

Status tax resident tidak bergantung pada kewarganegaraan atau jenis visa. Menurut ATO, Anda dianggap sebagai Australian tax resident jika tinggal di Australia lebih dari enam bulan, menjalani kehidupan sehari-hari di sana—menyewa tempat tinggal, kuliah penuh waktu, dan berencana menetap selama masa studi. Hampir seluruh mahasiswa internasional jenjang sarjana maupun pascasarjana otomatis masuk dalam kategori ini. Keuntungannya: Anda berhak atas tax-free threshold sebesar AUD 18.200.

Jika Anda dianggap foreign resident—yang jarang terjadi bagi mahasiswa dengan masa studi lebih dari 6 bulan—maka Anda tidak mendapatkan tax-free threshold. Setiap dolar penghasilan akan langsung dikenai tarif 32,5% sejak awal.

Batas Penghasilan Bebas Pajak dan Tarif Progresif

Untuk tahun keuangan Australia (1 Juli – 30 Juni), tarif pajak progresif bagi resident untuk tahun 2025/26 adalah sebagai berikut:

Penghasilan Kena Pajak (AUD)Tarif Pajak
0 – 18.200Bebas pajak
18.201 – 45.00019 sen per dolar di atas 18.200
45.001 – 120.000AUD 5.092 + 32,5 sen per dolar di atas 45.000
120.001 – 180.000AUD 29.467 + 37 sen per dolar di atas 120.000
> 180.000AUD 51.667 + 45 sen per dolar di atas 180.000

Sebagai contoh, seorang mahasiswa yang bekerja 20 jam per minggu dengan upah AUD 24 per jam akan memperoleh penghasilan tahunan sekitar AUD 25.000. Setelah dikurangi tax-free threshold, hanya sekitar AUD 6.800 yang menjadi penghasilan kena pajak. Pajak yang harus dibayarkan hanya 19% × 6.800 ≈ AUD 1.292 per tahun, atau sekitar 5% dari total penghasilan.

Medicare Levy dan Pengecualian

Penduduk pajak Australia umumnya wajib membayar Medicare levy sebesar 2% dari penghasilan kena pajak. Namun, mahasiswa internasional tidak berhak atas layanan Medicare karena berstatus sebagai pemegang visa pelajar. Oleh karena itu, Anda umumnya dibebaskan dari pungutan ini. Caranya dengan mengajukan Medicare Entitlement Statement melalui Services Australia, lalu mencantumkan bukti pengecualian tersebut saat mengisi Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Tanpa langkah ini, sistem akan otomatis mengenakan levy.

Cara Mengajukan Tax Return

  1. Buat akun myGov dan hubungkan ke ATO.
  2. Gunakan layanan myTax yang tersedia daring secara gratis. Sistem akan mengisi sebagian besar data secara otomatis berdasarkan informasi dari pemberi kerja dan bank.
  3. Klaim pengurangan yang relevan, misalnya biaya perjalanan antar tempat kerja (bukan dari rumah ke kampus), seragam khusus kerja, peralatan kerja, atau biaya kursus pelatihan yang terkait langsung dengan pekerjaan.
  4. Kirimkan SPT sebelum 31 Oktober setiap tahun untuk tahun keuangan yang berakhir pada 30 Juni sebelumnya.
  5. Pengembalian dana biasanya diterima dalam 2–4 minggu, langsung masuk ke rekening bank Australia Anda.

Simpan seluruh payslip Anda. Jika Anda bekerja di beberapa tempat berbeda, seluruh penghasilan akan digabungkan untuk menghitung total pajak. Ada kemungkinan satu pemberi kerja memotong terlalu sedikit sehingga muncul kekurangan, sementara yang lain memotong terlalu banyak—tax return akan menyeimbangkan selisihnya.

Sistem Pajak di Inggris untuk Mahasiswa Internasional

Inggris menerapkan sistem PAYE (Pay As You Earn) yang serupa. Anda memerlukan National Insurance Number (NINo) dan harus memahami tax code yang diterbitkan oleh HMRC. Aturan ini berlaku untuk seluruh mahasiswa internasional yang bekerja, baik di dalam kampus maupun di luar kampus.

Tax Code dan Artinya

Tax code adalah kode yang menentukan seberapa besar potongan pajak dari gaji Anda. Beberapa kode yang paling umum:

Tax CodeArtiKapan Diberlakukan
1257LAnda memperoleh Personal Allowance £12.570 penuhPekerjaan utama yang Anda klaim allowance-nya
BRBasic Rate — semua penghasilan dipotong 20% tanpa allowancePekerjaan kedua, ketiga, atau jika data belum lengkap
0TTanpa allowance sama sekaliHMRC belum memiliki informasi memadai tentang Anda

Untuk pekerjaan utama, pastikan tax code Anda adalah 1257L atau variannya. Jika muncul kode BR atau 0T, Anda akan dipotong lebih besar dari yang seharusnya, dan harus mengajukan pengembalian kepada HMRC secara terpisah.

Personal Allowance dan Tarif Pajak 2025/26

Contoh: mahasiswa bekerja 20 jam per minggu dengan upah minimum nasional £11,44 per jam → penghasilan tahunan sekitar £11.900. Karena di bawah Personal Allowance, tidak ada pajak yang harus dibayar. Jika sebelumnya ada pemotongan PAYE, Anda berhak mengajukan pengembalian penuh.

National Insurance (NI)

Selain income tax, Anda mungkin dikenai National Insurance. Untuk tahun 2025/26:

Dengan penghasilan tipikal mahasiswa paruh waktu, Anda biasanya berada di bawah ambang batas NI, sehingga tidak dibebani kontribusi ini.

Cara Klaim Pengembalian Pajak di UK

  1. Tunggu akhir tahun pajak (5 April).
  2. Periksa P60—ringkasan pajak tahunan dari pemberi kerja, serta P45 jika Anda pindah kerja.
  3. Ajukan klaim melalui portal daring HMRC atau dengan menelepon langsung. Untuk pengembalian sederhana akibat tax code yang salah, prosesnya cukup cepat.
  4. Hindari jasa agen pengembalian berbayar yang memotong komisi 30–50%. Prosedur mandiri sepenuhnya gratis dan mudah diakses.

Perbandingan Ketentuan Pajak Australia dan Inggris

AspekAustraliaInggris
Nomor identitas pajakTax File Number (TFN)National Insurance Number (NINo)
Ambang bebas pajakAUD 18.200£12.570
Tarif pajak terendah19%20%
Cara pelaporanmyTax daring (data otomatis terisi)Otomatis melalui PAYE; Self Assessment jika diperlukan
Batas waktu pelaporan31 Oktober (tahun keuangan berakhir 30 Juni)31 Januari (jika lapor daring)
Pengembalian untuk penghasilan di bawah ambang✅ Otomatis saat tax return✅ Harus diajukan klaim ke HMRC
Pajak untuk non-resident32,5% (tanpa tax-free threshold)Bervariasi, umumnya dikenai tarif basic rate tanpa allowance

Sebagai konsultan pendidikan yang fokus pada aplikasi kuliah ke luar negeri serta pengurusan asuransi kesehatan (OSHC/OVHC), Tim Konsultan Pendidikan UNILINK memahami bahwa transisi ke kehidupan di Australia atau Inggris mencakup banyak aspek administratif, termasuk perpajakan. Kami menyediakan informasi awal dan panduan praktis agar Anda tidak melewatkan hak-hak finansial selama masa studi.

Dengan akreditasi QEAC dan MARA, kami mendampingi mahasiswa Indonesia mulai dari pemilihan universitas, pengajuan visa, hingga persiapan keberangkatan. Bila Anda memerlukan arahan tentang bagaimana dan kapan harus mendaftar TFN atau NINo, atau ingin memastikan bahwa tax code Anda sudah benar sebelum mulai bekerja, tim kami siap memberikan penjelasan sesuai kebutuhan Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q1: Saya bekerja di dua tempat. Apakah saya harus melaporkan pajak sendiri?

Di Australia, ya—seluruh penghasilan dari semua pemberi kerja digabungkan dalam satu SPT tahunan, dan ATO akan menghitung apakah Anda kurang atau lebih bayar. Di Inggris, pekerjaan kedua umumnya dikenai tax code BR (potongan 20% tanpa Personal Allowance), dan HMRC akan menyesuaikan total di akhir tahun. Anda tetap perlu memantau P60 untuk memastikan keakuratannya.

Q2: Saya mendapat beasiswa dari Indonesia (misalnya LPDP). Apakah tunjangannya dikenai pajak di Australia atau Inggris?

Tunjangan beasiswa yang sumbernya dari luar Australia/Inggris pada umumnya tidak termasuk penghasilan kena pajak di kedua negara, karena berasal dari luar yurisdiksi pajak setempat. Akan tetapi, jika jumlahnya signifikan, disarankan berkonsultasi dengan akuntan pajak yang memahami perjanjian perpajakan internasional.

Q3: Bisakah saya mengajukan tax return setelah pulang ke Indonesia?

Ya. Baik ATO maupun HMRC mengizinkan mantan residen untuk mengajukan SPT atau klaim pengembalian dari luar negeri melalui sistem daring. Di Australia, Anda tetap dapat mengakses myGov; di Inggris, formulir P85 dapat digunakan saat Anda meninggalkan negara tersebut.

Q4: Apakah uang kiriman dari orang tua dianggap sebagai penghasilan kena pajak?

Tidak. Transfer dari keluarga dikategorikan sebagai hadiah (gift), bukan pendapatan, sehingga bebas pajak. Simpan bukti transfer sebagai dokumentasi pendukung.

Q5: Bagaimana jika saya dibayar secara tunai tanpa slip gaji? Apakah tetap wajib lapor?

Secara hukum, seluruh penghasilan—termasuk yang diterima secara tunai—wajib dilaporkan. Akan tetapi, praktik tanpa dokumentasi ini berisiko: Anda tidak memiliki payslip, tidak mendapat jaminan sosial seperti superannuation di Australia, dan jika terdeteksi oleh otoritas pajak, Anda dapat dikenai sanksi. Sebisa mungkin, bekerjalah hanya dengan pemberi kerja resmi yang tertib administrasi.

Q6: Apa konsekuensi jika saya sama sekali tidak melaporkan pajak?

Di Australia maupun Inggris, tidak melaporkan penghasilan dapat berujung pada denda, bunga atas pajak terutang, dan dalam kasus serius, masalah imigrasi di masa depan, termasuk perpanjangan visa. Karena sebagian besar mahasiswa justru berhak atas pengembalian, sangat disarankan untuk tetap melaporkan pajak tepat waktu.

Referensi


Share this post:

Scan with WeChat to share this page

QR code for this page

Link copied

Related posts


Previous
Akomodasi On-Campus vs Off-Campus 2026: Panduan Biaya, Kontrak & Tips Memilih untuk Mahasiswa Indonesia di Australia, Inggris, Singapura
Next
Visa Pelajar Australia Subclass 500 (2026): Panduan Lengkap Genuine Student Statement — Pengganti GTE, 5 Pertanyaan Kunci & Cara Menjawabnya